Berita dan Kegiatan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

PP IAKMI Bekerjasama dengan  Kaukus Kesehatan DPR RI telah mengadakan Seminar Kesehatan Nasional

dengan Tema  "Bergerak Bersama dalam Rangka Penguatan Kelembagaan UKM untuk Melindungi Masyarakat dari Ancaman AIDS dan TB"

pada hari Kamis, 24 Agustus 2017, dengan Pembicara :

- Komisi IX DPR RI

- Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI

- Kepala Staff Kepreseidenan RI

- Deputi BIdang Kesehatan Komenko PMK

- IAC

- dll.

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Yogyakarta, 1 Agustus 2017

Presiden RI Joko Widodo mengatakan imunisasi telah memberikan perlindungan terhadap 8 penyakit, yaitu Tuberkulosis, Campak, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus, Polio, Hepatitis B, dan Hemofilus influenzae. Hari ini Presiden Jokowi mencanangkan satu jenis imunisasi baru yakni imunisasi Measles Rubellla (MR).

''Insya Allah, mulai hari ini kita akan memberikan perlindungan kepada satu penyakit lagi, yaitu Rubella, sehingga anak-anak kita akan terlindungi dari 9 penyakit. Meskipun jumlah penyakit yang dilindungi dengan imunisasi semakin bertambah, tapi jumlah suntikan yang diberikan kepada anak-anak kita tidak bertambah, berkat adanya vaksin kombinasi,'' kata Presiden Jokowi pada acara Pencanangan Imunisasi MR di MTsN 10 Yogyakarta, Selasa (1/8).

Di masa lalu, lanjut Presiden Jokowi, telah berhasil mewujudkan Indonesia bebas dari penyakit Cacar, Polio dan Tetanus. Di masa mendatang seharusnya mampu membebaskan rakyat dari berbagai penyakit lainnya, agar kita tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Program imunisasi, peningkatan status gizi masyarakat, dan program lingkungan sehat harus diutamakan, agar jumlah orang sakit akan menurun dan berdampak pada berkurangnya orang yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga pembiayaan kesehatan juga semakin efisien.

Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus semakin digalakkan agar berbagai masalah kesehatan dan angka morbiditas, mortalitas dan disabilitas akibat berbagai penyakit terus menurun.

''Anak yang sehat harus bebas penyakit, mempunyai status gizi yang baik, hidup dalam lingkungan sehat dan mendapat pendidikan yang berkualitas,'' kata Jokowi.

Melalui pemberian imunisasi MR ini, masalah penyakit campak dan rubella akan berangsur menghilang dan cacat bawaan pada bayi akibat rubella juga akan semakin menghilang. Setelah pencanangan ini, imunisasi MR akan dilaksanakan secara bertahap dan menjangkau seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi berharap agar seluruh masyarakat mendukung dan berperan dalam upaya mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020 melalui Kampanye Imunisasi MR.

''Saya serukan agar semua anak Indonesia, di seluruh Tanah Air, dibawa ke Pos pelayanan imunisasi yang terdekat untuk memperoleh imunisasi MR. Dengan imunisasi MR kita menciptakan bangsa Indonesia yang sehat, berkualitas, produktif dan berdaya-saing,'' ujar Presiden.

Presdien Jokowi mengatakan saat ini di Indonesia masih kurang dari 1 persen anak yang sudah mendapatkan imunisasi MR yakni 0,05 persen. Idealnya lebih dari 95 persen anak-anak sudah mendapatkan imunisasi MR bahkan seharusnya 100 persen.

''Pesan saya jangan meremehkan MR,'' tegas Presiden Jokowi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Madinah, 1 Agustus 2017

Hari ini, Selasa 1 Agustus 2017, pukul 10.30, sudah 60 kloter jemaah haji mendarat di Bandara Internasional Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Jemaah haji juga sudah mengalir memenuhi Masjid Nabawi Madinah Al Mukaromah, setiap shalat lima waktu, bahkan shalat Ashar kemarin, ruang utama sudah penuh dan jemaah yang belakangan sudah shalat menggunakan halaman masjid yang berpayung.

Sekalipun berpayung, halaman luar, masih panas, baik ubin, maupun udara. Kipas dan air yang memancar bersama udara kipas yang terdapat pada setiap tiang belum mencukupi untuk mengusir udara panas. Apalagi untuk jemaah haji Indonesia yang terbiasa dengan suhu normal kurang lebih 32 derajat celcius.

Menyikapi kondisi ini, Kabid Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Arab Saudi, dr. Etik Retno Wiyati, MARS menyampaikan ucapan terima kasih atas semangat dan kerja ikhlas dalam melayani kesehatan jemaah haji.

Dalam upaya pembinaan kesehatan jemaah haji di Arab Saudi kami himbau mengaktifkan Visitasi Jemah Haji Risti tanpa mengesampingkan jemaah non risti (jemaah risti merah minimal 2 hari sekali dipantau petugas dan perkuat promosi kesehatan kepada jemaah haji.

''Sampaikan kepada jemaah haji dalam beribadah agar menyesuaikan kondisi kesehatannya, membatasi aktifitas fisik yang tidak berkaitan dengan Ibadah Wajib'', tegas dr. Etik.

Selain itu, Kabid Kesehatan ini mengingatkan agar lebih mengintensifkan lagi pesan kesehatan terkait antisipasi cuaca panas dan ibadah sesuai aktifitas fisik, termasuk senantiasa berkoordinasi dengan Kepala Regu (Karu), Kepala Rombongan (Karom), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Ketua Kloter dalam pembinaan kesehatan jemaah haji.

''Tetap semangat dan selalu ikhlas dalam melayani tamu Allah. Semoga upaya kita mendapat ridho dan kemudahan dari Allah SWT'', harap Etik.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Jakarta, 2 Agustus 2017

Mari kita budayakan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dengan menggunakan aplikasi Pokentik!

Inilah seruan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), dalam sebuah video berdurasi lebih kurang 2 menit yang ditayangkan pada peringatan Asean Dengue Day (ADD) di SDN Baru 07 Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa siang (2/8).

Tentang Aplikasi Pokentik

Berawal dari inisiatif pribadi dua orang generasi muda yang merupakan sanitarian di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Palembang, Idan Awaludin dan Fison Hepimen, berhasil menuangkan ide dan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat yang kini diwujudkan dalam sebuah aplikasi sederhana bernama Pokentik yang merupakan akronim dari Kelompok Pemantau Jentik.

Pokentik merupakan aplikasi smartphone berbasis android yang dibuat untuk membantu masyarakat mengenal sekaligus membudayakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang merupakan upaya paling murah dan efektif dalam mencegah penyakit diantaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, bahkan Zika.

''Tujuan awalnya, lahirnya aplikasi Pokentik ini masyarakat yang sebelumnya tidak peduli dengan bahayanya jentik jadi lebih peduli, jadi lebih aware, jadi lebih rajin lagi bersihkan lingkungan sekitar'', terang Fison Hepimen.

Harapannya, kehadiran aplikasi Pokentik mampu mengubah mindset masyarakat bahwa yang masyarakat yang berhasil menemukan jentik adalah penyelamat. Berhasil mencegah satu jentik menetas menjadi seekor nyamuk, berarti menghilangkan satu risiko bagi keluarga tertular penyakit demam berdarah ataupun penyakit vektor nyamuk lainnya seperti malaria ataupun Zika.

Ditambahkan oleh Idan Awaludin, bahwa aplikasi Pokentik ini selain ingin membudayakan digital movement di bidang kesehatan, kami juga menginginkan aplikasi yang tidak hanya sekedar memudahkan input data, namun juga memiliki spirit movement untuk mengajak masyarakat membudayakan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (juru pemantau jentik) melalui PSN 3M Plus.

Saat ini, sosialisasi aplikasi Pokentik sudah dilaksanakan di tiga wilayah kerja BTKL Palembang utamanya kepada para juru pemantau jentik (Jumantik) di 3 wilayah kerja Puskesmas, yaitu: Puskesmas Sukaramai, Puskesmas Alang-Alang Lebar, dan Puskesmas Talang Betutu. Diharapkan aplikasi ini dapat digunakan oleh para Jumantik untuk memudahkan pencatatan.

Sejak dirilis pada akhir tahun 2016 lalu, sempat ribuan orang mengunduh dan mencoba aplikasi tersebut. Namun saat ini, lebih kurang 500 pengunduh yang masih aktif menggunakan dan tergabung di dalam fanspage Pokentik. Aplikasi tersebut masih terus akan dikembangkan agar dapat dijalankan di iOs dan pengembangan fitur lainnya.

''Pengembangan aplikasi ini, ide dan design memang dari kami berdua. Bahasa pencegahan kami paham, namun terkait coding dan bahasa pemrograman kami perlu dibantu. Perlu kolaborasi antara bidang kesehatan dengan bidang teknologi informatika dalam pengembangannya ke depan'', tandas Idan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian kesehatan RI. 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Jakarta, 19 Juli 2017

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat. Gratis, tidak dipungut biaya.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa. Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Tahun ini, sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK Pusat, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan juga lembaga serta organisasi terkait lainnya.

Dalam rangka menyukseskan kampanye ini, Kemenkes telah menyediakan vaksin MR sebanyak 4.777.150 vial beserta alat suntik dan logistik pendukungnya, buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, serta materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, untuk menyosialisasikan kegiatan ini ke masyarakat luas, Kemenkes juga bekerjasama dengan UNICEF telah membuat Iklan Layanan Masyarakat, baik ditayangkan di TV maupun radio. Pembiayaan kampanye dan introduksi imunisasi MR ini berasal dari dana APBN, hibah luar negeri GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), APBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta sumber lainnya yang sah.

Biaya yang bersumber dari APBN dan GAVI untuk pelaksanaan kampanye ini mencapai 893 miliar. Kemenkes bersama WHO melakukan pendampingan bagi Dinas Kesehatan untuk dapat mengidentifikasi daerah rentan dan menemukan cara-cara demi memastikan paling tidak 95% anak terimunisasi.

Pelatihan dilakukan agar perencanaan dilakukan dengan baik dan pemberian imunisasi dilakukan dengan aman.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.