Berita dan Kegiatan

Menkes: Mahasiswa Lulusan Kedokteran Harus Berpikir Solusi Masalah Kesehatan

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

Wonosobo, 17 Juni 2017

Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) mengatakan masalah kekurangan dokter di Kabupaten Wonosobo harus cepat diselesaikan. Mahasiswa lulusan kedokteran harus berpikir apa masalah kesehatan yang harus diselesaikan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Menkes mengingat sebanyak 24 Puskesmas di Kabupaten Wonosobo, Jateng kekurangan lima dokter umum. Menkes menyarankan untuk mengisi kekurangan dokter tersebut bisa memanfaatkan mahasiswa lulusan kedokteran ataupun melalui program pengabdian seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

''Untuk dokter umum, coba dicari seperti mahasiswa kedokteran, seperti melalui program KKN. Mereka bisa berpikir soal solusi kesehatan untuk masyarakat terlebih dahulu,'' kata Prof. Nila Moeloek di Puskesmas Wonosobo 1, Jateng, Sabtu (17/6).

Kadinkes Kabupaten Wonosobo Junaedi. SKM, M.Kes mengatakan memang benar permasalahan pokok layanan kesehatan di tingkat Puskesmas di Kabupaten Wonosobo ini masih kekurangan dokter.

''Puskesmas se-Kabupaten Wonosobo kurang lima dokter umum,'' ungkap Junaedi.

Rencananya, lanjut Junaedi, perekrutan dokter umum baru akan disesuaikan dengan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Terkadang, calon dokter umum menolak perekrutan karena dinilai penghasilannya kurang.

''Setelah calon dokter umum itu tahu jumlah gaji, kebanyakan mereka mundur,'' tambah Junaedi.

Standar tenaga kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat bahwa Puskesmas Kawasan Perkotaan 31 orang, terdiri dari:
1. 2 Dokter atau Dokter Layanan Primer
2. 1 Dokter Gigi
3. 8 Perawat
4. 7 Bidan
5. 2 Tenaga Kesehatan Masyarakat
6. 1 Tenaga Kesehatan Lingkungan:
7. 1 Ahli Teknologi Laboratorium Medik
8. 2 Tenaga Gizi
9. 2 Tenaga Kefarmasian
10. 3 Tenaga Administrasi
11. 2 Pekarya

Harapan kami, tambah Menkes kesehatan masyarakat Indonesia adalah 80% sehat 20 persen sakit.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI.

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.