Berita dan Kegiatan

Inovasi dan Kemitraan Akademi, Pemerintah, dan Swasta untuk Kesehatan Bangsa

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Forum Ilmiah Tahunan (FIT) ke-1 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) telah berlangsung pada tangal 22-23 Oktober 2015 di Bandung, Jawa Barat. Mengingat tingginya respons para tenaga kesehatan masyarakat se-Indonesia dalam mengkaji issue aktual serta mempublikasikan hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan masyarakat, maka mulai tahun 2015 ini IAKMI bermaksud untuk mengadakan FIT yang akan berlangsung satu kali dalam satu tahun.

 Forum perdana ini menjadi sangat istimewa karena bersamaan pelaksanaannya dengan kegiatan The 47th Asia Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) Conference yang dikoordinir oleh Fakutas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai negara. Sedangkan peserta FIT berjumlah 250 orang akademisi, pemerintah, serta dunia usaha.

Pada pembukaan FIT, disampaikan sambutan dr. Agustin Kusumayati, MSc, PhD sebagai Chair of the 47 th APACH Conference, Drs. Bambang Wispriyono, Apt., PhD (Ketua Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia / AIPTKMI), serta dr. Adang Bachtiar, MPH, ScD (Ketua Umum IAKMI Pusat). Dalam beberapa tahun belakangan ini, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas, Profesi Kesehatan Masyarakat di Indonesia mengembangkan beberapa instrumen penjaminan dan peningkatan mutu.

Instrumen yang sudah dikembangkan bersama antara lain formulasi kompetensi berbagai jenjang keahlian Kesehatan Masyarakat (merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), standardisasi proses pendidikan melalui Akreditasi Program Studi Kesehatan Masyarakat, dan standardisasi mutu Tenaga Ahli Kesehatan Masyarakat melalui Uji Kompetensi dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat Berkelanjutan. FIT dirancang sebagai salah satu bentuk Pendidikan Kesehatan Masyarakat Berkelanjutan.

Besar harapan dengan berbagai upaya penjaminan dan peningkatan mutu tersebut para Ahli Kesehatan Masyarakat di Indonesia dapat memberikan sumbangsih terbaiknya bagi masyarakat Indonesia maupun bagi masyarakat global. Seluruh peserta FIT juga mengikuti key-note speech dari Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM yang menekankan pentingnya peran sarjana kesehatan masyarakat untuk mendukung upaya preventif dan promotif bidang kesehatan nasional, seperti program Nusantara Sehat.

Tema utama yang diangkat dalam FIT kali ini adalah “Innovation and Breakthrough in Public Health Effort toward Healthy Life Style”. Tema ini menegaskan semangat dan ciri ahli kesehatan masyarakat yang harus selalu berinovasi dalam beragam aktivitasnya untuk membentuk perilaku masyarakat yang sehat. Sebanyak 55 makalah bebas serta 100 poster hasil penelitian dipresentasikan oleh para ahli kesmas dan praktisi program dari berbagai penjuru nusantara.

Selama dua hari, berlangsung 4 buah simposium. Simposium 1 bertema “Inovasi untuk Kesehatan Bangsa” dengan menampilkan pembicara : Drg. Usman Sumantri, MSc (Kepala Badan PPSDM), Dr. dr.Fachmi Idris, MKes (Direktur Utama BPJS Kesehatan), Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD (Kepala BKKBN), Dede Yusuf, ST, MSi (Ketua Komisi IX DPR-RI), serta Dr. dr. Trihono, M.Sc (Ketua Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia). Simposium 2 bertema “Situasi dan Upaya Pengendalian Tembakau” dengan menampilkan pembicara Dr. Kartono Mohamad (Director of TCSC IAKMI), dr. Lily S. Sulistyowati, MM (Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI), Dr. Farrukh Qureshi (Tobacco Free Initiative, WHO Indonesia), serta I Made Kerta Duana, SKM, MPH (PSKM UNUD/Ketua IAKMI Pengda Bali).

Simposium 3 bertema Antisipasi Kenaikan Anggaran Kesehatan Tahun 2016 dengan menampilkan pembicara Dr. Drg. Theresia Ronny Andayani, MPH (Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas), Dr. Untung Suseno Sutarjo, MKes (Sekretaris Jenderal Kemenkes RI), serta Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD (PKMK FK UGM / Ketua IAKMI Prov DI Yogyakarta). Sedangkan Simposium yang bertema Program Berwawasan Kesehatan dan Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat menampilkan pembicara Dr. Ir. Andreas Suhono, MSc (Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dr. Hanibal Hamidi, MKes (Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI), serta Nizwardi Azkha, SKM, MPPM, MPd, MSi (Ketua IAKMI Pengda Sumbar).

Sebagai salah satu wujud kemajuan profesi, dalam FIT kali ini secara diresmi diluncurkan Jurnal Majalah Kesehatan Masyarakat, Website IAKMI yang akan siap menampung pendaftaran anggota dan event ilmiah nasional secara online, dan juga progress Kartu Tanda Anggota IAKMI yang saat ini anggota terdaftar sudah lebih dari 20.000 orang.

FIT ke-2 akan berlangsung pada bulan Oktober 2016, bersamaan dengan pelaksanaan Kongres Nasional ke-13 IAKMI di Makassar, Sulawesi Selatan. Salam Miracle, fit 4us, fit 4all. [Husein Habsyi, Ketua Panitia Pelaksana]

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.