Pengumuman

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) adalah organsasi profesi yang terus berkiprah dalam memajukan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Sejak didirikan pada tanggal 22 Februari 1971 organisasi telah melaksanakan Kongres Nasional (Konas) sebanyak 12 kali, dan terakhir kalinya dilaksanakan di Kota Kupang pada tahun 2013. Pada tahun 2016, Konas yang ke-13 akan diselenggarakan di Kota Makassar.

Kiprah IAKMI dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia telah terlihat melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Didukung oleh institusi pendidikan kesehatan masyarakat yang saat ini berjumlah lebih dari 100 buat dengan alumni telah mencapai ratusan ribu orang, organisasi ini menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan berbagai kebijakan dan juga dalam pelaksanaan berbagai program di lapangan.

Beberapa tokoh IAKMI telah memperoleh amanah di berbagai institusi penting dan telah memberikan kiprahnya yang terbaik untuk negara ini. Kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang tidak sedikit. Sistem Kesehatan Nasional yang dijadikan dasar atas program kesehatan selama ini masih belum adekuat disamping kualitas petugas kesehatan yang pada umumnya belum mencapai kuantitas dan kualitas yang diharapkan. Inovasi program juga belum banyak terlihat dalam mengefektifkan capaian yang diharapkan.

Disamping itu, keikutsertaan lintas sektor dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang masih belum maksimal. Kondisi budaya dan status sosial ekonomi yang sangat bervariasi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam memberikan pelayanan yang adil dan merata di seluruh wilayah nusantara.

Itulah sebabnya, sangat diperlukan peran lembaga profesi yang dapat memediasi berbagai tantangan dan hambatan yang ada selama ini. Berbagai isu perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat di tingkat Global telah memberikan tempat yang strategis bagi IAKMI dalam berkontribusi dalam pengembangan ilmu Kesmas di tingkat nasional, wilayah, dan Lokal.

Pada Konas yang akan dilaksanakan di Makassar pada tahun 2016, isu perkembangan Ilmu Kesmas yang menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat sampai ke tingkat paling bawah akan membawa nuansa baru dalam pertemuan kali ini. Ilmu Kesmas yang berkembang saat ini memang terasa berenergi setelah para pakar melihat bahwa ragam sosial dan budaya yang ada di masyarakat menjadi faktor penentu suatu kesuksesan yang ingin dicapai.Untuk itu dalam kegiatan kali ini telah dipilih tema yang dapat merangkum upaya Kesmas untuk mencapai kehidupan sehat dan bahagia dalam mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan (SDG 2030).

Tujuan:

Tujuan dari pelaksanaan Konas IAKMI ini adalah:

  1. Mempertanggungjawabkan amanah dari kepengurusan periode 2013-2016 dan pengesahan pengurus periode 2016-2019.
  2. Memilih kepengurusan baru untuk periode 2019-2022.
  3. Mempresentasikan hasil-hasil penelitian terbaru yang terkait dengan isu Kemas yang sedang berkembang saat ini dan mendukung tema utama Konas.
  4. Memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk saling berinteraksi dan bertukar infomrasi tentang perkembangan ilmu Kesmas dan praktek pelaksanaanya baik di tingkat global, nasional, dan regional.
  5. Meningkatkan hubungan kerjasama antar lembaga, institusi, pihak pebisnis dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan kesehatan masyarakat khususnya di tingkat nasional dan regional.
  6. Memamerkan berbagai produk yang terkait dengan perkembangan ilmu Kesmas terkini dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.  

Tema dan Topik:

Tema yang dipilih untuk kegiatan Konas IAKMI kali ini adalah "Masyarakat Hidup Sehat dan Bahagia dalam Mencapai Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG 2030)" Topik yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah:

  1. Keluarga Sehat
  2. KB dan Kesehatan Reproduksi
  3. Perdesaan Sehat
  4. Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
  5. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  6. Kota Sehat dan Bahagia
  7. Kesehatan Mental
  8. Program Intervensi Penyakit Tidak Menular
  9. Epidemiologi Penyakit Infeksi
  10. Jaminan Kesehatan Nasional
  11. Determinan Sosial, Budaya dan Kesehatan
  12. Kebijakan dan Ekonomi Kesehatan
  13. Gizi dan 1000 Hari Pertama Kehidupan
  14. Ketahanan dan Keamanan Pangan
  15. Pengendalian Dampak Tembakau
  16. Kesehatan Tradisional Indonesia
  17. Kemitraan dalam Pembangunan Berkelanjutan
  18. Kesehatan Lingkungan
  19. Keselamatan Kerja
  20. Biostatistik dan Sistem Informasi Kesehatan
  21. Manajemen Pelayanan Kesehatan  

Target Peserta:

Target peserta dari kegiatan ini adalah:

  1. Pengambil kebijakan dan pelaksana program dari berbagai Institusi pemerintah dan swasta.
  2. Pelaksana dan anggota aktif di lembaga non-pemerintah terkait Kesmas
  3. Peneliti dan mahasiswa dalam bidang Kesehatan Masyarakat
  4. Para pengurus dan anggota IAKMI di seluruh Indonesia
  5. Pengurus dan anggota dari organisasi profesi yang terkait dengan Kesmas
  6. Pemerhati Kesmas dari berbagai lintas sektor  

Waktu dan Tempat:

Konas IAKMI akan berlangsung pada 3-5 November, 2016 dan bertempat di :  

Hotel Four Points by Sheraton Makassar

Jl. Landak Baru No. 130, Kec. Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia, 90235

Biaya Pendaftaran:

Biaya pendaftaran termasuk: Akses ke seluruh kegiatan ilmiah, Seminar Kit, Makan siang, snak, dan prosiding.
Biaya pendaftaran tidak termasuk akomodasi hotel, transportasi, dan tour.  

Pembicara:

  1. Wakil Presiden RI
  2. Gubernur Prov. Sulsel
  3. Kepala Bappenas
  4. Menteri Sosial
  5. Menteri Pedesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
  6. Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan
  7. Menteri Pertanian
  8. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  9. Menteri Dalam Negeri
  10. Menteri Kesehatan RI
  11. Kepala BKKBN Pusat
  12. Dirjen Binkesmas, Kemenkes RI
  13. Direktur BPJS
  14. Perwakilan WHO
  15. Country Representative, UNICEF
  16. Walikota Makassar
  17. Walikota Bandung
  18. Bupati Bantaeng
  19. Prof.Dr.dr. Abdul Razak Thaha,M.Sc (Universitas Hasanuddin)
  20. Prof.dr. Hasbulah Thabrany,MPH,Dr.PH (Universitas Indonesia)
  21. dr. Adang Bachtiar,MPH,DSc(Universitas Indonesia)
  22. Prof.dr. Purnawan Junadi,MPH,PhD (Universitas Indonesia)
  23. Prof.dr. Laksono Trisnantoro,MSc,PhD(Universitas Gajah Mada)
  24. Prof.Dr.Ridwan Amiruddin,SKM,M.Kes,M.ScPH (Universitas Hasanuddin)
  25. Sukri Palutturi,SKM,M.Kes,M.Sc.PH,Ph.D (Universitas Hasanuddin)
  26. Lainnya  

Informasi:

Untuk informasi lanjut mohon hubungi:
St. Khadijah Hamid, S.Gz,M.Kes : 085696404983
Muh. Rachmat, SKM,M.Kes : 085242458963
Tanti Asrianti, SKM,M.Kes : 085299950212
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan, Km. 10Makassar, 90235 - Indonesia Office : +62-411-585034
http://konasiakmi13.org 
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia bersama seluruh Pengurus Daerah IAKMI dari berbagai propinsi menyatakan keberatan atas proses pemelintiran hasil survey Prof Hasbullah Thabrany tentang jawaban 72% perokok yang akan berhenti merokok bila harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50.000,- yang ditayangkan ILC TVOne, 23 Agustus 2016.

Kami menilai ILC tidak netral, dilihat dari judul yang provokatif dan indikatif pro rokok: “Negara Paceklik, Perokok Dicekik”. Apabila seluruh proses diskusi di ILC dinilai terlihat sangat kental politisasi isu merokok. Puncaknya adalah di akhir diskusi, ditutup dengan ulasan peserta kubu industri rokok, sementara Prof Hasbullah ditolak permintaannya untuk membuat closing remark.

Pemandu acara ILC telah bersikap tidak netral, berat sebelah dan sangat tendensius memojokkan akademisi dan warga masyarakat yang ingin memberikan opsi win-win solution: menyelamatkan korban dan calon korban kecanduan sekaligus memberikan opsi ekonomis untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dari cukai barang adiktif tanpa harus mematikan petani dan buruh rokok.

ILC 23 Agustus 2016 yang seharusnya sebagai forum bergengsi yang netral dan mencerahkan, telah digunakan secara sepihak untuk pembodohan, mempertajam perbedaan, bahkan adu domba yang tidak sehat dan tidak mencerdaskan. Penempatan bahasan Pak Gabriel, yang sarat prejudice, too good to be true, tampaknya memang disetting untuk menyebar fitnah “peran asing memusnahkan kretek”.

Kebenaran pernyataannya perlu pembuktian panjang dan obyektif. Kami sangat menyesalkan tindakan pemandu acara dan mengharapkan di masa mendatang tidak terulang upaya-upaya provokatif yang menyudutkan pihak-pihak yang justru bertujuan memuliakan dan meningkatkan harkat bangsa.

Kedepannya: Sudah saatnya masyarakat diberikan penjelasan yang lengkap, jelas, benar, jujur dan mudah dicerna yang akan membangun daya kritis bukan malah memecah belah dengan menciptakan 2 kubu hipotetik yang dipertentangkan antara kesehatan masyarakat dan petani/buruh rokok yang dirugikan.

PP IAKMI

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan Badan Litbangkes, Kemenkes RI pada tahun 2016 menyelenggarakan Riset pembiayaan kesehatan di FKRTL. Riset ini akan dilaksanakan di 84 Rumah Sakit BLU/BLUD kelas A, B, C, dan D yang tersebar di 80 Kabupaten/Kota. Tujuan riset ini adalah menghitung unit cost dan mengukur kinerja keuangan rumah sakit. Riset ini membutuhkan PJT untuk ditempatkan di rumah sakit sampel riset. PJT akan direkrut dari kalangan akademisi, dan praktisi yang memenuhi kriteria dan akan diseleksi oleh tim teknis riset.

Kriteria PJT

  1. Pendidikan terakhir S2 diutamakan bidang Administrasi Rumah Sakit, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, dan Ekonomi Kesehatan
  2. Pendidikan S1 bidang Ekonomi Akuntansi, atau Pendidikan S1 (kesehatan masyarakat, farmasi, kedokteran, kedokteran gigi, dan keperawatan)
  3. Diutamakan berpengalaman dalam riset pembiayaan kesehatan, NHA, DHA, BOK, SUSENAS, IFLS, analisis biaya pelayanan kesehatan dan atau riset yang berkaitan dengan ekonomi yang dilaksanakan oleh Badan Litbangkes Kemenkes, Perguruan Tinggi, BPS, atau NGOs
  4. Memiliki laptop yang telah terinstall minimal Windows 7 dan Microsoft Office minimal 2010
  5. Mampu mengoperasikan Microsoft Office (terutama Access dan Excel)
  6. Memiliki account email aktif
  7. Tidak sedang terlibat dengan penelitian lain
  8. Tidak sedang hamil dan wajib melampirkan surat ijin suami
  9. Bersedia menandatangani kontrak kerja
  10. Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia
  11. Bersedia mengikuti semua tahapan kegiatan: training of trainer (TOT) tanggal 7-14 Agustus 2016, training center (TC) dan pengumpulan data tanggal 18 Agustus s.d. 6 September 2016
  12. Memiliki Asuransi BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lainnya

Bila sesuai kriteria tersebut, silahkan kirim dokumen soft copy:

  1. Ijazah dan transkrip nilai
  2. Surat Keterangan Lulus dari Perguruan Tinggi (bagi yang belum memperoleh ijazah S2)
  3. Riwayat Hidup (CV) beserta pas foto 4x6 cm (berwarna, 1 lembar) dan KTP atau tanda pengenal lain yang masih berlaku
  4. Melampirkan rekomendasi dari pimpinan Institusi yang bersangkutan bagi yang telah bekerja
  5. Surat pernyataan tidak sedang terlibat dengan penelitian lain (bermaterai 6000)
  6. Kartu peserta asuransi kesehatan (sesuai yang dimiliki)
  7. Surat ijin Suami 
  8. Surat Keterangan bersedia mengikuti semua tahapan kegiatan yang ditetapkan
  9. Surat Keterangan Sehat dari fasilitas kesehatan

Catatan: Dokumen Hard Copy disiapkan pada saat wawancara

Pengiriman soft copy ditujukan kepada:

Sekretariat Riset Pembiayaan Kesehatan di FKRTL tahun 2016,
Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan-Badan Litbangkes Kemenkes RI.
Jl. Indrapura No.17 Surabaya 60176,
Telp. 031-3528748 ext. 146, Fax. 031-3528749.
Contact Person: 081333154047 (Naufal), 085322828820 (Miftah);
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Batas pengiriman soft copy pada tanggal 18 Juli 2016

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BAGI PENDAFTAR YANG BERKASNYA TELAH LENGKAP DIVERIFIKASI HINGGA AKHIR JANUARI 2016

Pada tanggal 7 November 2014, PP IAKMI telah membuat Surat Edaran kepada Tenaga Kesehatan Masyarakat se-Indonesia tentang Tata Cara Pendaftaran Keanggotaan IAKMI, yang antara lain berisi:

  • Pendaftar mengirimkan Lembar Isian Pendaftaran Anggota IAKMI beserta lampirannya (scan KTP, scan ijazah, scan bukti transfer pembayaran uang pendaftaran) melalui email ke PP IAKMI.
  • Uang pendaftaran tersebut sebesar Rp. 250.000,- dengan rincian : Rp. 100.000,- sebagai uang pangkal dan Rp. 150.000,- sebagai biaya bank (biaya cetak KTA ATM: Rp 41.000,-, dan deposit di Bank BNI: 109.000,- yang statusnya menjadi milik anggota).\
  • Sambil menunggu pembuatan KTA/ATM BNI, pendaftar yang berkasnya telah diverifikasi mendapatkan “KTA Temporer/Sementara” yang dapat diakses sendiri oleh pendaftar melalui website IAKMI.

Sehubungan dengan waktu pengurusan yang telah berlangsung lama dan semakin banyaknya pertanyaan dari para pendaftar se-Indonesia untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) IAKMI, bersama ini kami sampaikan pemberitahuan dan penjelasan tentang proses dan situasi terakhir pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) IAKMI, sebagai berikut:

  • Proses pembuatan KTA ATM di Bank BNI ternyata tidak optimal, yaitu bentuk kartu tidak dapat menampilkan identitas IAKMI melainkan hanya berbentuk ATM umum biasa. Untuk itu, kami putuskan mencari alternatif bank lain.
  •  Pada tanggal 10 Februari 2015, PP IAKMI membuat surat ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk permohonan kerjasama pembuatan KTA ATM.
  • Pada awalnya, pihak BRI telah setuju dan menyanggupi pembuatan KTA ATM tersebut (istilahnya: co-branding). Disain kartu yang sesuai dengan permintaan IAKMI bahkan telah dibuatkan oleh pihak Bank BRI dan mengatakan bahwa kartu akan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
  • Namun, hingga bulan Oktober 2015 Bank BRI belum merampungkan pembuatan KTA ATM tersebut meskipun PP IAKMI telah berkali-kali bertanya dan melakukan klarifikasi ke Bank BRI.
  • Pada tanggal 6 November 2015, Bank BRI mengirimkan surat resmi ke PP IAKMI tentang klarifikasi kelanjutan kerjasama co-branding yang intinya menjelaskan bahwa saat ini Kantor Pusat Bank BRI sedang melakukan review atas seluruh kerjasama co-branding yang berjalan sehingga proses penerbitan kartu co-branding IAKMI belum bisa dilanjutkan (terpending) sambil menunggu proses review selesai.

Berhubung pihak Bank BRI tidak dapat memberikan informasi yang pasti dan jelas tentang kapan proses review tersebut selesai, sementara pertanyaan dan permintaan KTA ATM dari para pendaftar semakin banyak yang datang ke PP IAKMI, maka PP IAKMI pada rapat pengurus tanggal 7 Januari 2016 membuat keputusan sebagai berikut:

  1. Menunda / tidak melanjutkan pembuatan KTA ATM pada saat ini dan akan direview rencana selanjutnya pada Konas IAKMI XIII di Massakar.
  2. Membuat KTA IAKMI dengan disain bentuk dan bahan seperti ATM sebagai KTA IAKMI permanen.
  3. Uang biaya bank yang telah dibayarkan pendaftar sebesar Rp. 150.000,- dapat dipergunakan oleh pendaftar sebagai biaya iuran anggota untuk tiga tahun keanggotaan, sehingga pendaftar tidak perlu lagi membayar iuran anggota setelah 1 tahun mendapatkan KTA IAKMI (merujuk surat edaran tanggal 7 November 2014).
  4. Jika belum berkenan untuk membayar iuran anggota tersebut, pendaftar diberikan kebebasan memilih salah satu alternatif berikut:
  1. Mendapatkan Jurnal Majalah Kesehatan Masyarakat edisi terakhir + Buku Prosiding Abstrak FIT I IAKMI, Bandung 2015 (100 halaman)
  2. Mendapatkan Buku Prosiding Full Paper Mukernas XIII IAKMI Padang, 2014 (400 halaman)
  3. Mendapatkan voucher diskon biaya pendaftaran Konas XIII IAKMI / FIT II IAKMI, Makasar November 2016 senilai Rp. 150.000,-
  4. Mendapatkan 1 jacket IAKMI
  5. Mendapat pengembalian uang sebesar Rp. 150.000,- (termasuk biaya transfer antar bank)

Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, PP IAKMI membuat KTA IAKMI permanen tersebut dengan tidak menggunakan dana milik pendaftar.

  • Jumlah KTA yang telah dicetak sebanyak 13.641 buah, yaitu pendaftar yang berkas datanya telah lengkap dalam proses verifikasi hingga akhir Januari 2016 dan telah mendapatkan nomor anggota/ telah menerima KTA temporer.
  • Masa berlaku KTA IAKMI permanen tersebut adalah 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2018. Bagi pendaftar-pendaftar berikutnya, masa berlaku KTA IAKMI permanen diawali dari tanggal selesainya verifikasi.

Sehubungan dengan penjelasan di atas, PP IAKMI telah mencetak dan mengirimkan 13.641 KTA IAKMI permanen tersebut ke alamat tiap-tiap Pengda.

Untuk itu, bagi pendaftar yang berkas datanya telah lengkap dalam proses verifikasi hingga akhir Januari 2016 dan telah mendapatkan nomor anggota/ telah menerima KTA temporer, kami persilakan berhubungan langsung dengan Pengda masing-masing untuk mendapatkan Kartu IAKMI permanen.

Bagi pendaftar yang belum berkenan membayar iuran anggota dan ingin memilh 1 dari 5 alternatif penggunaan dana di atas, dapat melakukan proses persetujuan penggunaan dana tersebut melalui website www.iakmi.or.id sebelum tanggal 30 Juni 2016. Jika setelah tanggal tersebut pendaftar belum melakukan proses persetujuan tersebut, PP IAKMI akan menggunakan dana tersebut sebagai iuran anggota untuk 3 tahun keanggotaan.

Perlu kami sampaikan juga bahwa untuk memperlancar proses pendaftaran anggota IAKMI selanjutnya, PP IAKMI akan menggunakan sistem online registration melalui website www.iakmi.or.id. Data dari 13.641 pendaftar di atas akan masuk dalam database web tersebut. Anggota yang telah memiliki KTA memiliki akses khusus untuk mendapatkan full paper jurnal, materi presentasi, akses e-books, diskon biaya pendaftaran acara nasional/internasional public health (konas, mukernas, seminar, workshop, training), dll.

Demikian informasi ini kami sampaikan dengan sebenar-benarnya sebagai wujud tanggung-jawab kami dalam menjalankan amanah ini. Kami sangat menghargai kesabaran pendaftar yang telah menunggu lama terhadap hasil proses ini, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Semoga proses ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dan kita semua untuk bersama-sama menata dan memajukan organisasi profesi kita tercinta.  

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

 

Hormat kami,

 

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.