Pengumuman

PERNYATAAN SIKAP IAKMI "Perang Melawan COVID-19 Menuju “New Normal”: 4 Sehat 5 Sempurna"

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sejak pemerintah melaporkan resmi kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020, tiga bulan kemudian telah terkonfirmasi 27.549 kasus positif COVID-19 di seluruh Indonesia. Trend kasus masih terus meningkat, belum terlihat adanya kecenderungan kurva melandai. Meski demikian, wacana untuk menerapkan “new normal” semakin sering disampaikan pihak pemerintah atas pertimbangan aspek ekonomi nasional yang ingin segera dipulihkan.

IAKMI berpendapat bahwa “new normal” harus didefinisikasn dengan jelas yaitu perilaku masyarakat yang menerapkan hidup lebih bersih, lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih taat dan disiplin terhadap protokol kesehatan pada seluruh sektor kehidupan, sehingga aman dari ancaman penularan virus Corona dan lebih siap untuk kembali beraktifitas dan produktif. Oleh karena itu, maka pengenalan dan penerapan “new normal” bukanlah diartikan sebagai pelonggaran PSBB. Pelonggaran PSBB pada saat kurva epidemiologi COVID-19 masih terus meningkat adalah kebijakan yang kurang bijak, kurang mengindahkan realitas data (evidence-based), karena dapat menimbulkan gelombang peningkatan kasus ke-dua. IAKMI memprediksi bahwa jika skenario PSBB terus dilanjutkan, maka puncak pandemi COVID-19 di Indonesia akan terjadi pada pertengahan bulan Juli 2020 dengan peningkatan yang tidak drastis. Puncak pandemi akan bergeser lebih cepat dan jumlah kasus akan meningkat drastis apabila pelaksanaan aturan/ketentuan PSBB diperlonggar atau tidak berjalan dengan sempurna.

Menurut IAKMI, strategi yang harus diterapkan untuk melawan COVID-19 adalah:

1. Terdapatnya sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan penanganan COVID-19 mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat kabupaten/kota

2. Terdapatnya penguatan layanan kesehatan (ketersediaan alat pelindung diri/APD, prosedur rujukan, tatalaksana diagnosis dan pemeriksaan/laboratorium)

3. Terdapatnya kegiatan penanganan COVID-19 berbasis komunitas (kesadaran ber-PHBS, kepedulian kolektif untuk screening/penyelidikan epidemiologi, koordinasi dengan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan).

Untuk mengoptimalkan strategi yang telah/sedang jalankan pemerintah yang didukung oleh seluruh komponen bangsa saat ini, maka IAKMI menyampaikan Formula 4 Sehat 5 Sempurna untuk menangani COVID-19, yaitu:

1. Pastikan seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga desa agar setiap keluarga mampu mencegah penularan COVID-19 dengan hidup lebih sehat;

2. Sehatkan manajemen Puskesmas agar memiliki kemampuan mendampingi masyarakat untuk mampu cegah dan lawan COVID-19 bersama relawan kesehatan;

3. Sehatkan kapasitas pemerintah daerah agar mampu menangani COVID-19 secara baik dalam melakukan PDR (prevent, detect, respond) dan atau TTTI (test, trace, treat, isolate);

4. Perjelas status sehat epidemiologis (kurva epidemiologi) untuk semua 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai dasar penguatan atau pelenturan PSBB wilayah;

5. Sempurnakan protokol hidup baru sehat-produktif (new normal health protocol) yang dilaksanakan pada setiap sektor kehidupan.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga perang akar rumput (community based fighting) mampu mengalahkan COVID-19 dan kita songsong “the new normal” dengan menjalankan perilaku sehari-hari yang lebih bersih, lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih taat aturan dan disiplin untuk hidup aman dan lebih produktif. 

 

*File silahkan akses disini

https://drive.google.com/file/d/1PxazGQJ_lrycMmeuGmFqP9upMNZUNdxG/view?usp=sharing

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.