Pengumuman

Penjelasan Tentang Kartu Tanda Anggota (KTA) IAKMI Permanen

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BAGI PENDAFTAR YANG BERKASNYA TELAH LENGKAP DIVERIFIKASI HINGGA AKHIR JANUARI 2016

Pada tanggal 7 November 2014, PP IAKMI telah membuat Surat Edaran kepada Tenaga Kesehatan Masyarakat se-Indonesia tentang Tata Cara Pendaftaran Keanggotaan IAKMI, yang antara lain berisi:

  • Pendaftar mengirimkan Lembar Isian Pendaftaran Anggota IAKMI beserta lampirannya (scan KTP, scan ijazah, scan bukti transfer pembayaran uang pendaftaran) melalui email ke PP IAKMI.
  • Uang pendaftaran tersebut sebesar Rp. 250.000,- dengan rincian : Rp. 100.000,- sebagai uang pangkal dan Rp. 150.000,- sebagai biaya bank (biaya cetak KTA ATM: Rp 41.000,-, dan deposit di Bank BNI: 109.000,- yang statusnya menjadi milik anggota).\
  • Sambil menunggu pembuatan KTA/ATM BNI, pendaftar yang berkasnya telah diverifikasi mendapatkan “KTA Temporer/Sementara” yang dapat diakses sendiri oleh pendaftar melalui website IAKMI.

Sehubungan dengan waktu pengurusan yang telah berlangsung lama dan semakin banyaknya pertanyaan dari para pendaftar se-Indonesia untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) IAKMI, bersama ini kami sampaikan pemberitahuan dan penjelasan tentang proses dan situasi terakhir pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) IAKMI, sebagai berikut:

  • Proses pembuatan KTA ATM di Bank BNI ternyata tidak optimal, yaitu bentuk kartu tidak dapat menampilkan identitas IAKMI melainkan hanya berbentuk ATM umum biasa. Untuk itu, kami putuskan mencari alternatif bank lain.
  •  Pada tanggal 10 Februari 2015, PP IAKMI membuat surat ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk permohonan kerjasama pembuatan KTA ATM.
  • Pada awalnya, pihak BRI telah setuju dan menyanggupi pembuatan KTA ATM tersebut (istilahnya: co-branding). Disain kartu yang sesuai dengan permintaan IAKMI bahkan telah dibuatkan oleh pihak Bank BRI dan mengatakan bahwa kartu akan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
  • Namun, hingga bulan Oktober 2015 Bank BRI belum merampungkan pembuatan KTA ATM tersebut meskipun PP IAKMI telah berkali-kali bertanya dan melakukan klarifikasi ke Bank BRI.
  • Pada tanggal 6 November 2015, Bank BRI mengirimkan surat resmi ke PP IAKMI tentang klarifikasi kelanjutan kerjasama co-branding yang intinya menjelaskan bahwa saat ini Kantor Pusat Bank BRI sedang melakukan review atas seluruh kerjasama co-branding yang berjalan sehingga proses penerbitan kartu co-branding IAKMI belum bisa dilanjutkan (terpending) sambil menunggu proses review selesai.

Berhubung pihak Bank BRI tidak dapat memberikan informasi yang pasti dan jelas tentang kapan proses review tersebut selesai, sementara pertanyaan dan permintaan KTA ATM dari para pendaftar semakin banyak yang datang ke PP IAKMI, maka PP IAKMI pada rapat pengurus tanggal 7 Januari 2016 membuat keputusan sebagai berikut:

  1. Menunda / tidak melanjutkan pembuatan KTA ATM pada saat ini dan akan direview rencana selanjutnya pada Konas IAKMI XIII di Massakar.
  2. Membuat KTA IAKMI dengan disain bentuk dan bahan seperti ATM sebagai KTA IAKMI permanen.
  3. Uang biaya bank yang telah dibayarkan pendaftar sebesar Rp. 150.000,- dapat dipergunakan oleh pendaftar sebagai biaya iuran anggota untuk tiga tahun keanggotaan, sehingga pendaftar tidak perlu lagi membayar iuran anggota setelah 1 tahun mendapatkan KTA IAKMI (merujuk surat edaran tanggal 7 November 2014).
  4. Jika belum berkenan untuk membayar iuran anggota tersebut, pendaftar diberikan kebebasan memilih salah satu alternatif berikut:
  1. Mendapatkan Jurnal Majalah Kesehatan Masyarakat edisi terakhir + Buku Prosiding Abstrak FIT I IAKMI, Bandung 2015 (100 halaman)
  2. Mendapatkan Buku Prosiding Full Paper Mukernas XIII IAKMI Padang, 2014 (400 halaman)
  3. Mendapatkan voucher diskon biaya pendaftaran Konas XIII IAKMI / FIT II IAKMI, Makasar November 2016 senilai Rp. 150.000,-
  4. Mendapatkan 1 jacket IAKMI
  5. Mendapat pengembalian uang sebesar Rp. 150.000,- (termasuk biaya transfer antar bank)

Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, PP IAKMI membuat KTA IAKMI permanen tersebut dengan tidak menggunakan dana milik pendaftar.

  • Jumlah KTA yang telah dicetak sebanyak 13.641 buah, yaitu pendaftar yang berkas datanya telah lengkap dalam proses verifikasi hingga akhir Januari 2016 dan telah mendapatkan nomor anggota/ telah menerima KTA temporer.
  • Masa berlaku KTA IAKMI permanen tersebut adalah 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2018. Bagi pendaftar-pendaftar berikutnya, masa berlaku KTA IAKMI permanen diawali dari tanggal selesainya verifikasi.

Sehubungan dengan penjelasan di atas, PP IAKMI telah mencetak dan mengirimkan 13.641 KTA IAKMI permanen tersebut ke alamat tiap-tiap Pengda.

Untuk itu, bagi pendaftar yang berkas datanya telah lengkap dalam proses verifikasi hingga akhir Januari 2016 dan telah mendapatkan nomor anggota/ telah menerima KTA temporer, kami persilakan berhubungan langsung dengan Pengda masing-masing untuk mendapatkan Kartu IAKMI permanen.

Bagi pendaftar yang belum berkenan membayar iuran anggota dan ingin memilh 1 dari 5 alternatif penggunaan dana di atas, dapat melakukan proses persetujuan penggunaan dana tersebut melalui website www.iakmi.or.id sebelum tanggal 30 Juni 2016. Jika setelah tanggal tersebut pendaftar belum melakukan proses persetujuan tersebut, PP IAKMI akan menggunakan dana tersebut sebagai iuran anggota untuk 3 tahun keanggotaan.

Perlu kami sampaikan juga bahwa untuk memperlancar proses pendaftaran anggota IAKMI selanjutnya, PP IAKMI akan menggunakan sistem online registration melalui website www.iakmi.or.id. Data dari 13.641 pendaftar di atas akan masuk dalam database web tersebut. Anggota yang telah memiliki KTA memiliki akses khusus untuk mendapatkan full paper jurnal, materi presentasi, akses e-books, diskon biaya pendaftaran acara nasional/internasional public health (konas, mukernas, seminar, workshop, training), dll.

Demikian informasi ini kami sampaikan dengan sebenar-benarnya sebagai wujud tanggung-jawab kami dalam menjalankan amanah ini. Kami sangat menghargai kesabaran pendaftar yang telah menunggu lama terhadap hasil proses ini, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Semoga proses ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dan kita semua untuk bersama-sama menata dan memajukan organisasi profesi kita tercinta.  

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

 

Hormat kami,

 

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Organisasi profesi yang bersifat independen dan multidisipliner untuk kepentingan kesehatan masyarakat, memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi bertaraf dunia dalam mencapai derajat kesehatan bangsa setinggi-tingginya.