Pendekatan Pentahelix Dalam Tangani Covid-19 Ala RM Padang

Acara Webinar dengan topik “Mengapa harus PERDA?: Tantangan Implementasi Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pendekatan Pentahelix Tangani COVID-19 ala RM Padang”dibuka dengan sambutan dr. H. Suir Syam, M.Kes, MMR. (Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo (Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan COVID 19), Dr. Nata Irawan (Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri) dan Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D(Ketua Disaster Risk Reduction Center (DRRC) UI), serta Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H (Rektor Universitas Andalas) (22/9)

Pendekatan Pentahelix Dalam Tangani Covid-19 Ala RM Padang

Acara Webinar dengan topik “Mengapa harus PERDA?: Tantangan Implementasi Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pendekatan Pentahelix Tangani COVID-19 ala RM Padang”dibuka dengan sambutan dr. H. Suir Syam, M.Kes, MMR. (Ketua Kaukus Kesehatan DPR RI), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo (Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan COVID 19), Dr. Nata Irawan (Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri) dan Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D(Ketua Disaster Risk Reduction Center (DRRC) UI), serta Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H (Rektor Universitas Andalas) (22/9)

Pekon Lampung Lawan Covid-19 dengan Strategi Pentahelix

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) mengadakan Webinar dengan tema ”Pekon/Tiuh Pekhang Melawan Corona di Sai Bumi Ruwa Jurai, Menguak Strategi Pentahelix Lampung Lawan Covid-19” pada Jumat, 18 September 2020.

SERUAN KEMERDEKAAN : Tunaikan Hak Kesehatan Ibu dan Anak pada Masa Pandemi COVID-19

Jakarta, 17 Agustus 2020. Pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap layanan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini, terjadi penurunan kunjungan pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan bayi, balita dan anak. Pandemik juga menyebabkan tutupnya sebagian besar posyandu, tercatat hanya 19,2%i puskesmas yang tetap melaksanakan kegiatan posyandu selama pandemik. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya pemantauan perkembangan dan pertumbuhan bayi dan balita dan intervensi kesehatan ibu dan anak lainnya. Dalam layanan imunisasi, survei cepat Kemenkes bersama Unicef menemukan lebih dari separuh fasilitas kesehatan di Indonesia melaporkan layanan imunisasi tidak berjalan secara baik akibat COVID-19ii

Pentingnya Peran Tenaga kesehatan masyarakat dalam Penanganan Covid-19

Jakarta (7/8) -- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 silam menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan, terutama sangat berpengaruh signifikan di aspek kesehatan masyarakat. Sehingga, pelaksanaan program-program bidang kesehatan  kini terfokus pada penanganan Covid-19.

Kasus Covid-19 Dikhawatirkan Melonjak saat Masa Transisi PSBB

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengaku khawatir akan terjadinya potensi lonjakan kasus Corona Virus Disease (Covid-19), selama penerapan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju New Normal.

Ahli: Pelonggaran PSBB Saat Kurva Covid-19 Meningkat Kurang Bijak, Bisa Muncul Gelombang Kedua

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan menilai, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) tidak boleh dilakukan apabila jumlah kasus virus corona ( Covid-19) di Indonesia masih terus menanjak.

Bersiaplah, Puncak Pandemi COVID-19 Indonesia Pertengahan Juli 2020

Sejak pemerintah melaporkan resmi kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020, tiga bulan setelahnya terkonfirmasi 27.549 kasus positif COVID-19 di seluruh Indonesia. Trend kasus masih terus meningkat, belum terlihat adanya kecenderungan kurva melandai.

IAKMI: masyarakat abai protokol COVID-19 berpotensi gelombang kedua

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia IAKMI Jakarta Baequni mengatakan jika masyarakt abai terhadap protokol pencegahan COVID-19 dalam menjalani era normal baru, maka berpotensi merebaknya gelombang kedua COVID-19.

Pakar Sebut New Normal Bukan Berarti Masyarakat Merdeka dari Covid-19

Rencana pemerintah menerapkan new normal tengah jadi buah bibir publik. Hal ini lantaran masyarakat diharuskan hidup berdampingan bersama virus corona (Covid-19) yang tidak diketahui kapan akan berakhir.